UJI PUBLIK PEMIRA 2022 : MENGINTIP KAPASITAS PASANGAN CALON PEMIRA
Seputar Kampus
UJI PUBLIK PERMIRA 2022 : MENGINTIP KAPASITAS PASANGAN CALON PERMIRA
Kamis (02/12) Komisi Pemilihan Umum Politeknik Negeri Balikpapan menggelar Uji Publik Pemilihan Umum Raya 2022 yang bertemakan “Terbentuknya Pemimpin yang Berintegritas Dalam Memajukan POLTEKBA”, acara ini diselenggarakan di Gedung Terpadu lantai 4 Politeknik Negeri Balikpapan yang dimulai pada jam 10.45 WITA sampai dengan jam 14.35 WITA.
Pasangan Calon Kabinet Duta Naraya, Fajar Khoiruddin dari jurusan Teknik Sipil sebagai Calon Presiden Mahasiswa dengan Putri Sisi Novianti dari jurusan Akuntansi sebagai Calon Wakil Presiden Mahasiswa, diberikan waktu selama 10 menit untuk memaparkan serta menjabarkan visi, misi serta proyeksi yang akan dilakukan mereka kedepannya apabila terpilih sebagai Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa.
Setelah pemaparan, tibalah agenda di pengujian terhadap paslon atas apa yang sudah mereka paparkan.Pengujian terbagi menjadi dua sesi, untuk sesi yang pertama, paslon diuji oleh Wakil Direktur 3 Candra Irawan S.T., M.Si., dan Formatur MPM KM POLTEKBA 2022 Bagus Eka Maudilyanto, dan sesi yang kedua diberikan kepada para peserta yang hadir di Uji Publik tersebut.Peserta merupakan mahasiswa biasa dan delegasi ORMAWA KM-POLTEKBA
Setelah Pengujian pertama, Moderator menjelaskan mengenai tema dari Uji Publik lalu meminta paslon untuk menjabarkan arti dari tema dengan waktu yang diberikan selama 1 jam.Lalu agenda dilanjutkan ke sesi pengujian kedua.
Pada sesi pertama, penguji diberikan kesempatan untuk bertanya 1 kali dan memberikan sanggahan 1 kali, dan pada sesi kedua peserta hanya diberikan kesempatan satu kali bertanya tanpa adanya kesempatan untuk menyanggah.Resah terhadap regulasi tersebut akhirnya salah seorang peserta melontarkan bentuk protes kepada panitia karena hanya diberikan kesempatan 1 kali bertanya, lalu panitia pun langsung merubah regulasi dengan memaksimalkan pertanyaan sebanyak 2 kali.Pasangan calon diberikan waktu 2 menit 30 detik untuk menjawab pertanyaan.
Melihat bagaimana kandidat paslon dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh para penguji, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu POLTEKBA Sifra El Gracia mengatakan penilaian terhadap paslon tergantung dari masing masing individu dalam mendengar mereka menjawab pertanyaan, dan bagi Sifra sendiri tidak menilai bagus namun juga tidak menilai buruk hanya saja paslon masih membutuhkan banyaknya kajian terhadap internal POLTEKBA.
“Untuk memahami internal POLTEKBA itu bukan dari berapa lama kamu pernah menjabat di organisasi namun layaknya memikirkan POLTEKBA siang dan malam, dalam artian kamu baca konstitusinya, kamu pahamin internalnya, kamu melihat kondisi dari setiap ORMAWA” ujar Sifra.
Sifra merasa kurang puas terhadap Uji Publik tahun ini dengan massa yang sedikit dan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta masih kurang pas dengan tema yang telah ditetapkan, namun ia rasa pertanyaan-pertanyaan tersebut telah mewakili sedikit rasa penasaran dari mahasiswa POLTEKBA.
“Harapannya dengan adanya Uji Publik ini, kandidat paslon dapat terlihat dan jangan sampai sudah berapa lama PERMIRA berjalan mereka belum terlihat padahal ini pesta demokrasinya POLTEKBA” akhir Sifra.
Yusran Pratama Saputra, mahasiswa Teknik Mesin selaku peserta umum merasa puas namun juga kurang puas.Ia puas terhadap pertanyaan para peserta mengenai visi dan misi, namun kurang puas terhadap jawaban yang diberikan oleh paslon dikarenakan menurutnya jawaban yang diberikan berputar putar.
“Pandangan saya untuk kedepannya, calon yang akan datang nanti mungkin lebih dipersiapkan lagi, harus lebih mengenal internal dulu lah, banyak-banyak melakukan pendekatan kepada ORMAWA agar janji-janjinya bisa ditepatin”ujarnya.
Formatur MPM KM-POLTEKBA 2022 Bagus Eka Maudilyanto berpandangan jawaban yang diberikan oleh paslon seharusnya bisa lebih kompleks dan luas.
“Karena yang saya harapkan, Badan Eksekutor nantinya yang akan mengepalai dan yang akan berdiri sebagai eksekutor tertinggi di kampus, itu bukan hanya apa yang mereka sebutkan tadi, saya berharap bisa lebih luas dan lebih mendalam, bukan hanya di permukaan saja namun lebih menusuk ke dalam” ujar Bagus.
Maksud Bagus dari lebih menusuk kedalam ialah mahasiswa yang tidak berkecimpung di dalam suatu ORMAWA lebih dirangkul karena menurutnya Sumber Daya Mahasiswa terbilang kokoh bukan hanya karena mahasiswa yang ada didalam ORMAWA saja namun juga mereka yang disebut mahasiswa biasa.
“Yang seharusnya diperhatikan itu, mahasiswa yang tidak masuk dalam ORMAWA, karena mereka juga ingin diberdayakan.Mereka itu mau sebenarnya ikut andil dalam menjalankan dinamika kampus ntah melontarkan kritikan, atau memberikan saran, atau bahkan langsung turun aksi.Mereka itu berharap adanya edukasi yang diberikan, karena juga butuh seperti soft skill, public speaking, berfikir kritis, agar mereka dapat menganalisa sosial di sekitar, nah yang saya harapkan badan eksekutor tertinggi yaitu BEM itu bisa memfasilitasi hal tersebut.” lanjut Bagus.
Menurut Bagus, fasilitas yang disebutkan oleh paslon adalah fasilitas untuk ORMAWA dan bukan untuk mahasiswa biasa.Ia menekankan bahwa jangan selalu memiliki sebuah statement “salah mereka sendiri ga ikut organisasi” karena menurutnya pandangan tersebut adalah pandangan dari mereka dengan sikap individualis yang tinggi.
“Terakhir, saya harap hasil nantinya ketika Pemilu Raya tiba, hasil terbaik yang akan keluar.Saya tidak memihak pada siapapun, namun kembali lagi kita ini miniatur negara dan yang saya percayai sekarang adalah ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat ‘.Apapun hasil yang keluar dari pemilu, itulah hasil yang terbaik.” Tutupnya
Redaksi : Azzan Farizi
Fotografi : Dylan Rivansa
Editor : Uzlifah Khalifahturrahma

Komentar
Posting Komentar