UJI PUBLIK KEDUA : KESEMPATAN PASANGAN CALON UNTUK MENARIK HATI MAHASISWA

 Seputar Kampus



UJI PUBLIK KEDUA : KESEMPATAN PASANGAN CALON UNTUK MENARIK HATI MAHASISWA


Setelah terlaksananya pemungutan suara PEMIRA POLTEKBA 2022 yang pertama (05/12) yang membuahkan hasil Kotak Kosong menjadi pemenang, maka sesuai dengan ketentuan Petunjuk Teknis PEMIRA 2022 pasal 35 ayat 3 yang berbunyi “Apabila kotak kosong menang dalam melawan Peserta Pemilu Raya, maka KPU berhak melakukan pemungutan suara ulang”, pemungutan suara akan diselenggarakan kembali dalam waktu selambat-lambatnya 3x24 jam setelah telaksananya pemungutan suara pertama.


Sebelum sampai ke pemungutan suara ulang, KPU POLTEKBA memutuskan untuk mengadakan Uji Publik kembali pada hari Rabu (07/12) di Gedung Terpadu Lantai 4 POLTEKBA dengan tujuan lebih banyak khalayak mahasiswa yang mengenal serta mengetahui kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki oleh Pasangan Calon.


Susunan agenda acara sama seperti sebelumnya, dimulai dari sambutan-sambutan, setelah itu pemaparan Visi, Misi dan juga Proyeksi ke depannya apabila Pasangan Calon terpilih, lalu pengujian yang dibagi menjadi 3 sesi, antara lain :

1. Pengujian dari Formatur MPM KM-POLTEKBA 2022 Bagus Eka Maudilyanto, Wakil Direktur 3 POLTEKBA Candra Irawan S.T., M.Si, Presiden Mahasiswa POLTEKBA 2022 Fachrezal Reyhan, dan Koordinator Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Edi Wibowo Linda Setiabudi, S.E.

2. Penjabaran dari Pasangan Calon mengenai tema pada Uji Publik kedua yang berbunyi “Terbentuknya Pemimpin yang Berintegritas Dalam Memajukan POLTEKBA”.

3. Pengujian dari para peserta 


Terdapat penambahan peraturan pada mekanisme Uji Publik kedua ini, diantaranya ialah peserta diberikan kesempatan untuk menyanggah jawaban dari Pasangan Calon atas pertanyaan yang mereka lontarkan sebelumnya.


Rizky Williansyah selaku Formatur HMJ Teknik Mesin 2022/2023 melihat berbagai pertanyaan dari peserta pada Uji Publik kedua telah mewakili seluruh mahasiswa, lalu mendengar jawaban yang diberikan, menurutnya Pasangan Calon mempunyai kapasitas untuk bisa memimpin dan pantas untuk dipilih.


Menurut Bima Sakti, seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro sedikit yakin akan Pasangan Calon pantas untuk dipilih, karena Bima melihat jawaban Pasangan Calon yang diberikan terlalu membicarakan ORMAWA sementara BEM KM-POLTEKBA seharusnya merangkul seluruh mahasiswa dan bukan hanya ORMAWA saja.


Attar yang juga merupakan mahasiswa Teknik Elektro berpendapat jawaban yang diberikan Pasangan Calon kurang memuaskan dikarenakan sarana dan prasana yang kurang mendukung seperti Sound yang bermasalah dan juga ruangan yang terlalu berdengung, sehingga Pasangan Calon kurang menangkap pertanyaan alhasil jawabannya pun kurang terarah.


Penulis Redaksi : Azzan Farizi

Fotografi : Dylan Rivansa

Editor : Marsella Adistya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Kinerja BEM KM Poltekba di Setengah Periode Antara Janji, Fungsi, dan Realisasi.

Olimpiade Elektro 2025 : Hasil Kolaborasi HMJ Rekayasa Elektro dan UKM Olahraga POLTEKBA