SURAT KEPUTUSAN PEMIRA TELAH KELUAR, PEMIRA AKAN DILAKSANAKAN KEMBALI BULAN FEBUARI 2023
Seputar Kampus
SURAT KEPUTUSAN PEMIRA TELAH KELUAR, PEMIRA AKAN DILAKSANAKAN KEMBALI BULAN FEBUARI 2023
Setelah berlangsungnya PEMIRA kedua pada Jum’at lalu (09/12) yang mengeluarkan Kotak Kosong sebagai pemenang, maka sesuai dengan Petunjuk Teknis PEMIRA POLTEKBA 2022 pasal 35 ayat 5 yang berbunyi “Apabila kotak kosong menang 2 (dua) kali berturut-turut dalam melawan Peserta Pemilu Raya, maka KPU berkoordinasi dengan DKPP dan MPM untuk menentukan langkah selanjutnya”, maka pada hari Sabtu (10/12) Surat Keputusan PEMIRA pun keluar di IG @kpupoltekba.
MPM KM-POLTEKBA memutuskan untuk diadakannya PEMIRA kembali pada bulan Febuari 2022, KM-POLTEKBA pun masuk dalam masa peralihan, dan dalam masa ini, MPM KM-POLTEKBA mengambil alih kekuasaan eksekutif yang dimulai pada tanggal 10 Desember 2022 – 28 Febuari 2023, yang mana segala bentuk koordinasi ORMAWA KM-POLTEKBA akan dialihkan ke MPM KM-POLTEKBA.
Keputusan ini pun menimbulkan pro-kontra dari mahasiswa/i POLTEKBA, mahasiswa Teknik Mesin dengan inisial “Rama” menyayangkan adanya PEMIRA kembali pada Febuari 2023, karena menurutnya demokrasi di POLTEKBA telah dicederai, menurut Rama demokrasi di POLTEKBA periode ini, mahasiswa hanya sebatas dibebaskan untuk memilih siapa pemimpinnya saja, namun tidak dengan pilihan mereka digubris karena tidak sesuai dengan keinginan birokrat kampus.
“Lantas suara yang memilih kemaren apakah tidak terdengar jelas dan nyata. akan lebih parah lagi jika paslon yang sudah kalah 2 kali dapat daftar lagi di PEMIRA yang akan datang, periode ini demokrasi akan dicederai. dengan adanya PEMIRA yang sampai 3 kali untuk memaksakan mencari Presma dan WaPresma” ujar Rama.
Anjani Saputri selaku Formatur HMJ Akuntansi 2022/2023 berpendapat dampak dari keputusan ini yang mana pelantikan akan diundur menimbulkan banyaknya program kerja ORMAWA KM-POLTEKBA terlambat, bahkan dikurangi, namun menurutnya keputusan ini merupakan keputusan yang tepat.
“Akan tetapi menurut saya dengan keputusan tersebut cukup tepat dan saya berharap semoga dengan adanya pemira kedua nanti kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya” ujar Anjani.
Pendapat yang sama pun juga dikemukakan oleh Formatur HMJ Teknik Elektro 2022/2023 Ega Nurfadhilatil Ra'uf, menurutnya keputusan tersebut telah sesuai dengan AD/ART KM-POLTEKBA yang telah disepakati oleh delegasi ORMAWA KM-POLTEKBApada saat Musyawarah MPM KM-POLTEKBA 2022 lalu (22/10).
“Jadi ketika ada problematika seperti ini mau tidak mau kita sebagai ormawa harus menerima, kemudian banyak hambatan yang kami terima ketika di bekukan selama 3 bulan, belum bisa mendapatkan dana dipa, banyak kegiatan himpunan maupun ukm yang terganggu ketika adanya hal seperti ini” ucap Ega.
Menurut Rizky Williansyah selaku Formatur HMJ Teknik Mesin 2022/2023, keputusan tersebut kurang tepat dikarenakan masa jabatan ORMAWA KM-POLTEKBA akan berkurang, yang seharusnya dilantik pada bulan Januari 2023, namun diundur menunggu PEMIRA ketiga usai, ia melontarkan beberapa asumsi mengenai kemungkinan buruk PEMIRA pada bulan Febuari mendatang.
“Bagaimana jika hanya ada satu paslon lagi dan kotak kosong yang menang, apakah ada PEMIRA yang keempat kalinya gitu kan, otomatis kalau ada PEMIRA lagi, masa jabatan kami lebih berkurang lagi” ujar Rizky
“Yang kedua, kemungkinan terburuknya bagaimana kalau tidak ada satu paslon pun yang mendaftar gitu loh, ini bisa terjadi karena melihat PEMIRA yang pertama aja cuman ada satu paslon dan satu paslon tersebut kalah suara dengan kotak kosong” lanjutnya
“Kemudian kemungkinan yang ketiga, bagaimana jika tidak ada mahasiswa yang mencoblos, karena mencoblos itu bukan kewajiban, mencoblos itu hak, bisa saja mahasiswa ini sudah malas gitu kan karena melihat PEMIRA yang kemarin” akhir dari asumsi Rizky.
Formatur MPM KM-POLTEKBA 2022/2023 Bagus Eka Mawaridianto angkat bicara mengenai keputusannya mengadakan kembali PEMIRA, ia mengatakan keputusan tersebut telah dipikirkan matang-matang saat KPU berkoordinasi dengan DKPP dan MPM KM-POLTEKBA.
Menurut Bagus, keputusan untuk mengambil langkah diadakannya PEMIRA kembali karena Bagus meragukan kesiapan dari PLT yang hanya bersifat sementara, karena program kerja yang dijalankan oleh BEM KM-POLTEKBA merupakan program-program yang berat seperti PORSBA, PKKMB, dll.
Untuk keputusan MPM KM-POLTEKBA yang mengambil alih tugas dari eksekutif, menurut Bagus juga bukanlah merupakan keputusan yang tepat karena itu akan mengganggu kestabilan organisasi KM-POLTEKBA, dan akan memberatkan pengurus MPM KM-POLTEKBA di periode 2022/2023.
“Kalau diliat sekarang pun keanggotaan MPM belum full, bukannya aku ga bersedia, tapi aku liat dari keanggotaan ku lagi, temen-temen yang masuk MPM ini sekarang paham MPM hanya Legislatif, Yudikatif, nah ketika pegang Eksekutif wah bener-bener akan ada banyak badan badan yang baru, contoh di BEM ada KPSDM, ada juga Minat dan Bakat dan Ekonomi Kreatif, nah kalau menurutku ya itu hanya di tempat BEM, ketika masuk di MPM walaupun MPM juga megang eksekutif, sangat-sangat berat sekali” ujar Bagus.
Bagus berpandangan BEM memiliki peran yang penting di dalam suatu kampus, dan menurutnya ORMAWA KM-POLTEKBA membutuhkan keberadaan BEM KM-POLTEKBA untuk melancarkan koordinasi KM-POLTEKBA.
“Bukan butuh keberadaan BEM yang lalu, tapi butuh keberadaan BEM yang baru, walaupun BEM yang kemaren itu salah apa gimana, BEM itu harus tetap ada, ketika BEM gaada, MPM yang pegang seluruh koordinasi yang ada, SDM nya gimana? nah itu kalau menurutku sangat akan tumpang tindih” tegas Bagus.
“Kalau menurutku peran BEM itu juga penting dari sektor instansi/kampus kita, dia (BEM) akan menjadi lembaga terdepan yang bakal diliat oleh kampus-kampus lain, ya kita juga ga nutup ga mata nutup telinga, bahwa bukan MPM yang seharusnya jadi badan terdepan/muka terdepan instansi, kan yang kita tau MPM itu lembaga yang ada di balik layar, nah yang eksekusi kan seharusnya badan eksekutif tertinggi yaitu BEM, nah ketika ada BEM, ada MPM yang sebagai penetralnya, ketika BEM itu melenceng dari jalannya, ada MPM yang mengingatkan karena MPM itu punya hak untuk memorandum sebanyak 2 kali dan ke 3 nya itu bisa dibilang mencabut (jabatan)” lanjutnya.
“Yang kita tau MPM itu lembaga yang ada di balik layar, nah yang eksekusi kan seharusnya badan eksekutif tertinggi yaitu BEM, nah ketika ada BEM, ada MPM yang sebagai penetralnya, ketika BEM itu melenceng dari jalannya, ada MPM yang mengingatkan karena MPM itu punya hak untuk memorandum sebanyak 2 kali dan ke 3 nya itu bisa dibilang mencabut (jabatan)” akhir Bagus.
Bagus berpesan kepada mahasiswa/i POLTEKBA untuk kembali memikirkan kestabilan organisasi.
“Mungkin temen-temen mahasiswa biasa itu ga terlalu berpengaruh, tapi temen-temen yang berorganisasi iniloh yang sebenarnya harus (memikirkan kestabilan organisasi), kalau menurutku pikirkan tentang kampus kita lagi sih sebenarnya, bukan hanya sebagai bentuk keluapan kekecewaan, jadi ketika nanti ada PEMIRA, temen-temen tuh bener-bener bisa lihat dari sisi intinya PEMIRA ini ada untuk apa, untuk memilih pemimpin yang baru” pesan Bagus.
Untuk PEMIRA yang akan datang, dari jurusan Teknik Elektro sendiri, Ega belum bisa memastikan apakah akan ada mahasiswa/i jurusan Teknik Elektro yang akan mencalonkan diri menjadi capresma/cawapresma, Ega akan lebih mempertimbangkannya terlebih dahulu mengingat kejadian pada saat PEMIRA sebelumnya.
Dari jurusan Teknik Mesin sendiri, Rizky merahasiakan apakah akan ada kandidat mahasiswa/i jurusan Teknik Mesin yang menjadi capresma/cawapresma.
Untuk jurusan Akuntansi, Anjani pun juga merahasiakan kandidat mahasiswa/i jurusan Akuntansi yang menjadi capresma/cawapresma.
Arif selaku Formatur HMJ Perhotelan 2022/2023 tidak bisa memberikan tanggapan dengan alasan yang tidak disebutkan.
Husain selaku Formatur HMJ Teknik Sipil 2022/2023 tidak memberikan tanggapan dikarenakan terdapatnya kehadirannya tamu dari Sulawesi Tengah.
Penulis Redaksi : Azzan Farizi
Editor : Uzlifah Khalifahturrahma

Komentar
Posting Komentar