POLEMIK KESEKRETARIATAN : PERLAHAN, NAMUN APAKAH PASTI TERPENUHI?


Seputar Kampus

POLEMIK KESEKRETARIATAN : PERLAHAN, NAMUN APAKAH PASTI TERPENUHI?


Akhirnya,setelah dilaksanakannya audiensi tertutup antara Wakil Direktur 2 POLTEKBA Zulkifli S.T., M.T. beserta jajarannya dengan 3 perwakilan mahasiswa dari pihak BEM KM-POLTEKBA yaitu Fachrezal Raihan selaku Presiden Mahasiswa, Hamka selaku Wakil Presiden Mahasiswa, dan Ahmad Dani selaku Menteri Minat dan Bakat yang dilaksanakan pada hari Senin (14/02) membuahkan hasil yang membuat para ORMAWA KM-POLTEKBA terutama para Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di POLTEKBA merasa kecewa.

Bagaimana tidak, saat ini hanya 8 ruangan sekret yang tersedia,7 diantaranya adalah yang nantinya akan ditempati oleh BEM, MPM, dan lima HMJ lalu 1 ruangan yang digunakan untuk musholla. Sementara itu, 10 UKM harus bersabar menunggu ketersediaan ruangan sekret selanjutnya. Namun, ada satu UKM yang telah mendapatkan ruangan sekret di GWT yaitu UKM HIMPA, Adi Santoso atau yang akrab disapa Atos selaku ketua UKM HIMPA mengatakan bahwa sebelumnya UKM HIMPA sudah mempunyai ruang sekret yang berada di Gedung Rektorat Politeknik Negeri Balikpapan, namun dikarenakan ruangan tersebut diubah menjadi ruang senat maka mereka diintruksikan oleh Wakil Direktur 2 untuk segera pindah ke GWT.

Terkait kelima HMJ yang lebih dahulu mendapatkan ruang sekret di GWT, memang sebelumnya ada beberapa HMJ yang telah mendapatkan ruang sekret seperti HMJ Teknik Sipil yang telah mendapatkan ruang sekret di Workshop Teknik Sipil,HMJ Teknik Mesin dan Akuntansi yang telah mendapatkan ruang sekret di Gedung Terpadu (GT),HMJ Teknik Elektro yang telah mendapatkan ruang sekret di Gedung Elektro (GE) lalu hanya HMJ Perhotelan yang tidak mempunyai ruang sekret sebelumnya. Namun di tahun 2020 ada perubahan,seperti HMJ Teknik Mesin yang ruang sekretnya ditutup dikarenakan ada perbaikan Gedung Terpadu (GT), lalu ruang sekret HMJ Akuntansi yang sekarang menjadi tempat boiler Teknik Elektro.

“Dulu HMJ itu ada di jurusannya masing masing,Sipil iya (Workshop Teknik Sipil),Mesin ada di bawah lantai basement (Gedung Terpadu),Akuntansi ada di koridornya di ujung (Gedung Terpadu),Elektro ada di gedung sendiri juga (tepatnya) ada di labnya lantai 2, cuman yang tidak ada boga (HMJ Perhotelan).Selama 3 tahun ini kami tidak mengakomodir dalam ruang kesekretariatan itu.” Ucap Zulkifli Wakil Direktur 2 POLTEKBA.

Mendengar akan hal tersebut Leni Herlita selaku Ketua Umum HMJ Teknik Elektro dan Adam Malik selaku Ketua Umum HMJ Teknik Sipil mengklarifikasi bahwa ruang sekretariat yang kedua HMJ ini miliki di masing masing gedung jurusannya, bukanlah ruang sekretariat pada umumnya. 

Leni mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan informasi mengenai HMJ TE yang telah memiliki ruang sekret sebelumnya dan untuk ruang lab lantai 2 di gedung elektro hanyalah sebuah ruangan yang dipinjamkan oleh jurusan Teknik Elektro apabila ingin melakukan suatu kegiatan.

“Kalo ruangan sekret sendiri dari HMJ TE tidak ada mendapatkan informasi mengenai ruang sekret di lantai 2 lab elektro, dan juga selama ini HMJ TE tidak pernah mempunyai ruangan sekret.Dari jurusan kami pun hanya memfasilitasi tertapi tidak memberikan sekret tersebut untuk sementara ini.Dari jurusan kami hanya meminjamkan ruangan,itupun jika kami ingin melakukan kegiatan,kami harus membuat surat peminjaman terlebih dahulu” ujar Leni.

Begitu juga dengan HMJ TS,Adam mengatakan bahwa ruang sekret di Workshop Teknik Sipil bukanlah milik HMJ TS,melainkan milik jurusan.Bedanya adalah ruangan ini hanya digunakan untuk penyimpanan barang saja setelah melaksanakan suatu kegiatan dan terkadang ada beberapa staff di Workshop Teknik Sipil yang beristirahat di ruangan tersebut,lalu kunci dari ruangan tersebut dipegang oleh jurusan bukan oleh HMJ TS.

“Nah tapi sekre itu di buat hanya untuk menyimpan barang2 sehabis kegiatan sm di gunakan staff cs yg di WS (Workshop) kadang istirahat disitu, dan kuncinya itu di pegang sama jurusan jadi itu belum bisa dibilang sekre sepenuhnya karna kunci bukan di pegang sm anak hmj tapi sama jurusan” ujar Adam.

Namun di tahun 2020 ada perubahan,seperti HMJ Teknik Mesin yang ruang sekretnya ditutup dikarenakan ada perbaikan Gedung Terpadu (GT), lalu ruang sekret HMJ Akuntansi yang sekarang menjadi tempat boiler Teknik Elektro.

“Di tahun 2020 ada perubahan,contohnya mesin kami sudah ga ngasihkan di lantai bawah karna sudah ditutup,karena perbaikan kemarin itukan gaboleh dipake lagi disitu.Untuk akuntasi yang diujungkan, yang sekarang jadi tempat boiler Teknik Elektro.” Lanjut WD2 beserta jajarannya.

“Dalam segi infrastruktur, kami menetapkan GT (Gedung Terpadu) itu pure untuk perkuliahan, tidak ada lagi kegiatan kemahasiswaan disitu,jadi semua kegiatan kemahasiswaan ada terpusat di GWT.Lalu HMJ nanti kita tarik (ke GWT) kecuali jika HMJ TS tidak mau pindah yaa silahkan,gatau elektro apakah tetap dipersilahkan oleh jurusannya untuk dibangunkan sendiri atau tidak.Jadi nanti untuk GWT,nanti selesai barang barang keluar semua,kami akan kasihkan ke HMJ sama BEM” Akhir Zulkifli, Wakil Direktur 2 POLTEKBA.

Kendala yang dihadapi oleh Wakil Direktur 2 bidang Sarana dan Prasana beserta jajarannya mengenai ruangan sekretariat di GWT yang tidak kunjung diberikan kepada ORMAWA KM-POLTEKBA karena masih adanya peralatan jurusan Teknik Sipil prodi TRKJJ (Teknologi Rekayasa Jalan dan Jembatan) yang disimpan di GWT karena masih menunggu proses instalasi dari gedung baru yaitu Gedung TRKJJ selesai. Diperkirakan ruang sekretariat ini akan bisa ditempati sekitar bulan Maret sampai April. Wakil Direktur 2 beserta jajarannya berharap kepada para ORMAWA KM-POLTEKBA  untuk lebih bersabar,dikarenakan mereka juga bergantung kepada kinerja para pekerja (kontraktor) mengenai pemindahan peralatan TRKJJ ke Gedung TRKJJ yang proses instalasinya belum selesai.

“Kalau kapannya, (menunggu) selesai alat tersebut pindah ke Gedung TRKJJ.Saat ini kita masih melakukan selesai Gedung itu (Finishing), lalu memindahkan alat tersebut.Kapannya kami tidak bisa menjawab, karena tergantung pekerja.Pekerja belum lagi selesai (setelah pembangunan Gedung TRKJJ) kenapa? karena alat itu harus dirakit lagi disana” Ujar salah satu jajaran Wakil Direktur 2.

“Kalau gedung itu selesai kontraknya bulan ini (Febuari),tapi instalasi alatnya memakan waktu 1-2 bulan itu,karena ada beberapa alat yang betul betul di instalasi didalam lab itu (lab di Gedung TRKJJ)” lanjut Wakil Direktur 2.

BEM KM-POLTEKBA lalu menginstruksikan untuk mengadakan Koordinasi Lanjutan Audiensi ORMAWA KM POLTEKBA pada hari Kamis (24/2) untuk mendengar bagaimana tanggapan dari para ORMAWA KM-POLTEKBA perihal hasil dari audiensi tertutup tersebut.Konsolidasi ini dilaksanakan di Zona Nyaman Cafe, yang dimulai pada pukul 16:00 WITA sampai selesai,dan dihadiri oleh ketua atau yang mewakili dari setiap ORMAWA KM-POLTEKBA. 

Para ORMAWA terutama UKM merasa kecewa akan pernyataan yang dibuat oleh WD 2 beserta jajarannya mengenai ruangan sekretariat yang diprioritaskan untuk kelima HMJ. Ketidakadilan yang dirasakan oleh para UKM akan pernyataan tersebut, mengundang perdebatan antar ORMAWA tentang ruangan sekretariat yang telah tersedia nantinya apakah akan langsung ditempati oleh yang diprioritaskan atau menunggu untuk masing-masing ORMAWA mendapatkan ruangan sekret setelah itu bisa ditempati bersama. Maka timbulah perbedaan pendapat untuk ruangan sekret yang telah tersedia ini ditempati duluan oleh yang diprioritaskan, yang dimana ada beberapa UKM yang setuju namun juga ada beberapa yang tidak setuju.

Regina Natasya, selaku Ketua UKM Padsu kurang setuju untuk ruang sekretariat ditempati terlebih dahulu oleh para HMJ, dikarenakan baik HMJ maupun UKM memiliki kepentingan yang sama dalam mengharumkan nama kampus.

Hamka, selaku Wakil Presiden BEM KM POLTEKBA, juga mengungkapkan kekecewaannya dikarenakan seharusnya  pembagian ruangan sekretariat dilakukan secara merata yang dimana seluruh ORMAWA langsung mendapatkan ruangan sekretariat nya masing masing, namun hanya beberapa saja yang baru dapat. Menurutnya,seluruh program kerja  ORMAWA KM POLTEKBA memiliki kepentingan yang sama,dan berkat seluruh ORMAWA juga akreditasi POLTEKBA naik tingkat.Dengan pengalaman sebelumnya saat ia masih di HMJ Teknik Mesin, baginya alasan dibalik  tentang HMJ yang diprioritaskan oleh WD2 beserta jajarannya adalah dibutuhkannya sebuah tempat untuk menampung pengarsipan dan juga barang barang  kegiatan.Tidak hanya untuk tempat penyimpanan, namun juga untuk menyambut tamu forum nasional.

Pada akhirnya, kesepakatan yang tercapai adalah masing masing ORMAWA menuliskan seberapa penting dan butuh ruang sekretariat ini, yang nantinya akan dibaca dan dipilih ORMAWA (kecuali BEM dan MPM karena telah mendapatkan ruang sekret) apa saja yang berhak menempati ruang sekretariat di GWT oleh WD2 beserta jajarannya berkoordinasi dengan kemahasiswaan,lalu ORMAWA yang telah mendapatkan ruang sekret, untuk tetap ikut memperjuangkan ORMAWA yang belum mendapatkan ruang sekret.

Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh ORMAWA KM POLTEKBA adalah dengan meluncurkannya tiga surat pernyataan, yang dimana surat pertama yaitu sebuah pernyataan menerima 8 ruangan tersebut, dan yang kedua adalah surat pernyataan untuk menuntut WD2 beserta jajarannya untuk memberikan ruangan kesekretariatan kepada 10 ORMAWA yang belum mendapatkan ruang sekret,dan surat yang terakhir adalah  ORMAWA yang telah mendapatkan ruang sekret nantinya untuk tetap ikut didalam gerakan memperjuangakan ORMAWA yang belum mendapatkan ruang sekret.

BEM KM-POLTEKBA kemudian kembali mengadakan Koordinasi Lanjutan Audiensi ORMAWA KM-POLTEKBA pada hari Selasa (22/03) yang dilaksanakan di Gedung Terpadu lantai 3,dimulai pada jam 17:00 WITA hingga selesai dan dihadiri oleh ketua atau yang mewakili dari setiap ORMAWA KM-POLTEKBA.

Pembahasan pada rapat koordinasi ini yaitu membahas tentang berita acara yang berisikan pihak Birokrat harus menanda tangani berita acara yang dibuat oleh ORMAWA KM-POLTEKBA,Pernyataan menerima 8 ruangan yang nanti akan diberikan,menuntut pihak Birokrat untuk memberikan 10 ruang sekretariat kepada para ORMAWA yang belum mendapatkan ruangannya,Pembagian 8 ruang kesekretariatan dilakukan oleh pihak Sarana dan Prasarana berkoordinasi dengan pihak Kemahasiswaan dan dalam pembagiannya harus melihat urgensi (kepentingan mendesak) masing masing ORMAWA KM-POLTEKBA.

Setelah berita acara ini ditanda-tangani oleh seluruh ketua dari 18 ORMAWA KM-POLTEKBA,pihak BEM KM-POLTEKBA lalu akan meluncurkan berita acara ini disertai dengan lampiran yang berisikan urgensi (kepentingan mendesak) dari masing masing ORMAWA KM-POLTEKBA mengenai seberapa mendesak mereka sehingga membutuhkan ruang sekretariat.

Sifra El Gracia selaku Ketua Umum MPM KM-POLTEKBA berharap untuk menghargai keputusan dari pihak Kemahasiswaan dan Sarana Prasana dalam menetapkan ORMAWA mana saja yang nantinya akan menempati ruang sekretariat lebih dahulu dan menerima dengan lapang dada agar tidak terjadinya perpecahan antar ORMAWA KM-POLTEKBA 

“Semuanya pasti bakal dapat sekret tapi harapannya keputusan yang ada nanti dari pihak Kemahasiswaan sama SaPras (Sarana dan Prasarana) memang itu yang dikasih,tolong hargai itu.Jangan sampai hal hal itu kita bersinggungan lagi malah perpecahan diantara ORMAWA,padahal kita kan sudah janji semuanya itu pasti bakalan dapat tapi butuh proses,jadi pesannya nanti kalau kelima himpunan benar benar dapat dan beberapa UKM dapat, saya harap itu bisa teman teman terima dengan lapang dada” Ujar Sifra kepada seluruh ORMAWA KM-POLTEKBA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Kinerja BEM KM Poltekba di Setengah Periode Antara Janji, Fungsi, dan Realisasi.

Olimpiade Elektro 2025 : Hasil Kolaborasi HMJ Rekayasa Elektro dan UKM Olahraga POLTEKBA