Balikpapan Bergerak dengan Damai, Wali Kota Temui Demonstran dan Aksi Ditutup dengan Salaman
📢 Sorot Publik!
Pada tanggal 1 September 2025, Kota Balikpapan diguncang gelombang massa dari Aliansi Balikpapan Bergerak (BARAK) yang turun ke jalan membawa beberapa poin tuntutan penting terkait hajat hidup masyarakat. Massa berkumpul di Simpang BC sekitar pukul 10.00 WITA lalu long march menuju Gedung DPRD Kota Balikpapan dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Ratusan warga, mahasiswa, dan aktivis hadir untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap sejumlah persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik, antara lain kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dianggap memberatkan masyarakat, persoalan banjir yang terus berulang, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, kritik terhadap kebijakan kenaikan tunjangan DPRD, serta masalah zonasi sekolah yang dinilai tidak adil. Selain isu lokal, peserta aksi juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait subsidi energi serta arah pembangunan yang dianggap kurang berpihak pada rakyat kecil.
Menanggapi aksi ini, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, keluar menemui massa untuk memberikan respons langsung. Ia menyatakan bahwa kebijakan kenaikan PBB masih dalam tahap evaluasi dan akan disesuaikan agar tidak memberatkan masyarakat. Rahmad juga berkomitmen untuk mempercepat penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur drainase yang lebih komprehensif. Selain itu, ia menegaskan bahwa distribusi gas elpiji 3 kilogram akan diperketat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di lapangan.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al-Qadri, turut memberikan tanggapan dengan menyatakan bahwa pihak legislatif akan mengkaji ulang kebijakan kenaikan tunjangan dewan yang menuai polemik. Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait banjir, air bersih, dan zonasi sekolah akan menjadi prioritas dalam pembahasan DPRD mendatang.
Meskipun demonstrasi diwarnai dengan orasi keras dan spanduk tuntutan, jalannya aksi tetap kondusif berkat koordinasi yang baik antara peserta aksi dan aparat keamanan. Suasana yang sempat tegang tersebut berakhir dengan momen haru ketika pendemo dan aparat saling bersalaman bahkan berpelukan sebagai simbol bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai tanpa gesekan. Pemerintah Kota Balikpapan melalui akun resmi mereka juga mengapresiasi jalannya aksi damai ini serta menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Aksi yang ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah kota dan DPRD ini menjadi pengingat keras bahwa kebijakan publik tidak dapat dibuat tanpa mendengarkan jeritan masyarakat yang merasakan langsung dampak dari setiap keputusan.
Komentar
Posting Komentar