Gelombang Aksi di Depan Gedung DPR Memanas Pasca Tewasnya Pengemudi Ojol

šŸ“¢ Sorot Publik!

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Suasana di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali memanas. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus bersama komunitas pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan untuk menyuarakan protes atas kebijakan pemerintah sekaligus menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojol yang meninggal tragis dalam aksi sebelumnya.

Menurut laporan Suara.com (29/8/2025), Affan meninggal setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat aparat membubarkan massa aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa ini sontak memicu kemarahan publik, terutama karena dianggap sebagai bentuk tindakan represif aparat terhadap warga sipil.

Suara Mahasiswa dan Ojol

Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak hanya terkait isu pendidikan, tetapi juga hak-hak rakyat kecil yang semakin terpinggirkan. Salah satu tuntutan utama adalah menolak pemangkasan anggaran pendidikan serta mendesak transparansi tunjangan pejabat DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“Polisi seharusnya mengayomi, bukan menindas,” teriak salah satu orator aksi sebagaimana dikutip Suara.com, yang langsung disambut sorakan ribuan peserta demonstrasi.

Para pengemudi ojol yang hadir juga menyuarakan keresahan mereka. Selain menuntut keadilan untuk rekannya yang meninggal, mereka meminta perhatian pemerintah terhadap nasib pekerja transportasi daring yang sering terabaikan dalam kebijakan sosial-ekonomi. Hal ini juga dikuatkan oleh catatan Kompas.com (29/8/2025) yang menyoroti bagaimana kehadiran ojol di aksi ini menjadi simbol perlawanan rakyat kecil.

Respons Pemerintah dan Polisi

Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan, sekaligus mengecam keras tindakan aparat. Dalam pernyataannya yang dikutip Kompas.com, ia menegaskan, “Saya kecewa dan marah. Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan melukai mereka. Saya sudah memerintahkan agar kasus ini diselidiki secara transparan.”

Sementara itu, Kepolisian RI telah memeriksa tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Namun publik masih menunggu hasil investigasi dan langkah hukum yang akan ditempuh, sebagaimana diberitakan Suara.com.

Gelombang Aksi Masih Berlanjut

Hingga sore hari, massa aksi masih bertahan di sekitar Gedung DPR dengan kawalan ketat aparat. Seruan untuk aksi lanjutan juga bergema di media sosial dengan tagar #JusticeForAffan dan #ReformasiDikorupsiJilid2.

Penulis Berita: Fidela
Editor: Rima

Source: Suara.com, Kompas.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Kinerja BEM KM Poltekba di Setengah Periode Antara Janji, Fungsi, dan Realisasi.

Olimpiade Elektro 2025 : Hasil Kolaborasi HMJ Rekayasa Elektro dan UKM Olahraga POLTEKBA